DSPPPA Bangka Selatan Gencarkan Program “BERSINAR” untuk Cegah Permasalahan Sosial Anak di Era Digital

BANGKA /86Berita.Com,– Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Bangka Selatan melalui Bidang PPPA terus menggencarkan program penjangkauan, pembinaan, dan advokasi sosial terhadap anak-anak sebagai upaya konkret dalam mencegah permasalahan sosial yang semakin kompleks, khususnya di era digital. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan meluncurkan program inovatif bertajuk BERSINAR (Bergerak Siapkan Anak Pintar).

Program ini merupakan strategi terintegrasi untuk membina dan melindungi anak-anak dari berbagai permasalahan sosial, baik sebagai korban maupun pelaku. Kegiatan ini tidak hanya menyasar anak-anak di jenjang pendidikan dasar, tetapi juga anak-anak yang berada di luar sekolah. Hingga Mei 2025, DSPPPA telah mengunjungi dan membina enam sekolah dengan materi pembinaan mencakup penguatan pemenuhan hak anak, pencegahan bullying, serta edukasi kecerdasan bermedia digital.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut, DSPPPA Bangka Selatan menggelar sosialisasi di SMP Negeri 1 Toboali dengan mengangkat isu bullying dan pemanfaatan informasi digital secara benar. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial PPPA, Sumindar, Kepala UPTD PPPA Giri Pamungkas, dan Kabid PPPA Dian Novikasari. Kegiatan berlangsung dalam tiga sesi utama: tantangan generasi muda di era digital, pengaruh bullying terhadap kesehatan mental anak, dan pemenuhan hak-hak anak.

Kegiatan dilaksanakan secara hangat dan dialogis, agar materi mudah dipahami siswa. Peserta terdiri dari pengurus OSIS serta perwakilan kelas VII dan VIII. Kepala SMP Negeri 1 Toboali menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin, sebagai upaya menjadikan sekolah ramah anak dan memperkuat posisi Bangka Selatan sebagai Kabupaten Layak Anak.

Menurut Sumindar, data inventarisasi menunjukkan bahwa persoalan anak di Bangka Selatan umumnya disebabkan oleh paparan informasi digital tanpa filter, pergaulan bebas tanpa kontrol, disharmoni keluarga, dan kemiskinan. “Jika kita tidak saling peduli, maka masa depan generasi penerus sangat terancam,”ujar Sumindar diruang kerjanya, Kamis (22/5/2025).

Program BERSINAR akan dilaksanakan hingga Desember 2025 dan ditargetkan menjangkau minimal 60 persen sekolah tingkat SD dan SMP di Bangka Selatan. Peta pembinaan juga akan disampaikan ke Dinas Pendidikan guna memperkuat koordinasi antar instansi. Semua kegiatan dilakukan secara gratis dan hasil pelaksanaannya akan dievaluasi setiap bulan sebagai bagian dari penilaian kinerja bidang.

Sumindar juga meminta Kabid PPPA dan UPTD PPPA segera menyusun perangkat pelaksanaan kegiatan agar inovasi ini berjalan dengan maksimal. 

"Harapan kami, seluruh sekolah di Kabupaten Bangka Selatan menjadi lingkungan yang bebas perundungan, ramah anak, serta menghasilkan generasi yang cerdas memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan hak-haknya sebagai anak,” tutup Sumindar.(Red/Dani)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama