TUKAK SADAI,Bangka Selatan//86Berita.my.id , – Panen Raya Padi Sawah Lisum Sejahtera Tahun 2025 di Desa Bukit Terap, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (8/9/2025), menjadi momen istimewa bagi masyarakat tani sekaligus bukti kerja keras bersama pemerintah daerah. Acara yang dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani, Kajati Babel Sila Haholongan, serta jajaran terkait itu juga meneguhkan komitmen Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid bersama Wakil Bupati Debby Vita Dewi dalam memperkuat sektor pertanian.
Dari lahan rawa seluas 70 hektar yang digarap kelompok Petani Sahabat Adhyaksa, hasil panen tercatat mencapai 3,5 ton padi. Panen simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur, Kajati, serta didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Riza Herdavid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani Desa Bukit Terap yang telah bekerja keras mengelola lahan hingga menghasilkan panen yang membanggakan. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya menambah ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi semangat baru untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Bangka Selatan.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Panen raya ini menunjukkan bahwa masyarakat Bangka Selatan punya tekad kuat menjaga ketahanan pangan. Pemerintah daerah akan terus hadir, mendukung dengan program, sarana, dan pendampingan agar petani semakin sejahtera,” ujar Riza.
Ia menambahkan, pertanian menjadi salah satu sektor strategis yang selalu menjadi perhatian Pemkab Bangka Selatan. Menurutnya, program swasembada pangan tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Karena itu, ia mengajak semua pihak, termasuk perusahaan swasta, untuk bersama-sama membangun pertanian.
Wakil Bupati Debby Vita Dewi turut memberikan apresiasi kepada kelompok Petani Sahabat Adhyaksa yang dinilai mampu mengoptimalkan lahan rawa menjadi sawah produktif. Ia menekankan, keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bangka Selatan.
“Kita patut bersyukur atas panen ini. Desa Bukit Terap membuktikan bahwa dengan kerja sama, lahan rawa bisa memberi hasil luar biasa. Harapan kami, semangat ini dapat ditularkan ke desa lain sehingga ketahanan pangan kita semakin kuat,” ungkap Debby.
Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi petani, mulai dari akses pupuk, benih unggul, hingga teknologi pertanian modern. Pemkab, kata Debby, terus berkoordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat agar program bantuan benar-benar tepat sasaran.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Bangka Selatan telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat produktivitas pertanian, termasuk pelatihan bagi kelompok tani, penyediaan sarana prasarana, serta mendorong pemanfaatan teknologi pertanian.
“Kami ingin memastikan bahwa petani di Bangka Selatan tidak hanya mampu panen, tetapi juga mendapat keuntungan yang layak dari hasil kerja mereka. Oleh sebab itu, pengendalian harga dan jaminan pasar juga menjadi perhatian kami,” tegas Bupati.
Sinergi dengan pemerintah provinsi dan lembaga lain seperti Kejaksaan Tinggi, menurutnya, akan memperkuat keberlanjutan program ini. Kehadiran Kajati yang menyerahkan bantuan alat mesin pertanian, pompa air, insektisida, dan dolomit, menjadi bukti nyata bahwa penguatan sektor pertanian memerlukan kerja bersama lintas lembaga.
Baik Bupati maupun Wakil Bupati sepakat bahwa panen raya di Desa Bukit Terap bukanlah akhir, melainkan awal dari semangat baru. Dengan produktivitas yang mencapai 3,5 ton dari 70 hektar lahan, keduanya optimis ke depan hasil bisa meningkat lebih tinggi.
Mereka berharap, Desa Bukit Terap dapat menjadi model percontohan pengelolaan lahan rawa yang sukses di Bangka Selatan. Dengan dukungan penuh pemerintah, pihak swasta, serta semangat petani, ketahanan pangan lokal diyakini akan semakin kokoh.
“Kami percaya, jika semua pihak bersatu, pertanian Bangka Selatan bisa menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat. Mari kita jadikan panen raya ini sebagai langkah awal menuju kemandirian pangan,” tutup Riza Herdavid.
Panen raya di Desa Bukit Terap pun berlangsung meriah dengan pemotongan tumpeng dan doa syukur. Bagi masyarakat, acara ini bukan sekadar panen, melainkan simbol kebersamaan, harapan, dan optimisme menuju masa depan pertanian Bangka Selatan yang lebih sejahtera.(Dani)


