Toboali//86Berita.my.id ,– Wakil Bupati Bangka Selatan, Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., menghadiri sekaligus meresmikan pengoperasian perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsana Wilayah Toboali. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan pendistribusian perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangka Selatan yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Toboali, Senin (24/11/2025).
Acara berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangka Selatan, Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Bangka Selatan, para asisten daerah, kepala OPD, serta perwakilan tenaga teknis yang akan bertugas di SPPG Angsana. Kehadiran berbagai unsur tersebut menandai komitmen kuat dalam mendukung upaya peningkatan gizi pelajar di Bangka Selatan.
Pengoperasian SPPG Angsana menjadi langkah signifikan dalam penerapan Program MBG yang tengah digencarkan pemerintah. Satuan pelayanan ini akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang ditujukan untuk pelajar, sekaligus memastikan proses penyusunan menu, pemilihan bahan baku, hingga distribusi dilakukan secara tepat, efektif, dan sesuai standar kesehatan. Dengan beroperasinya SPPG, pemerintah daerah berharap kualitas layanan gizi bagi peserta didik dapat meningkat secara optimal.
Dalam sambutannya, Wabup Debby mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan tahapan penting dalam program ini. Ia menyebut pengoperasian SPPG Angsana sebagai momentum yang memberikan harapan baru bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan pelajar.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan komitmen kita semua, hari ini perdana dilaksanakan pendistribusian langsung MBG kepada penerima manfaat di SMA Negeri 1 Toboali. Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang luar biasa,” ungkapnya.
Wabup Debby menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan pelajar, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Menurutnya, program ini menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan peluang usaha bagi vendor, petani, serta nelayan di daerah.
“Dampak ekonominya luar biasa. Masyarakat kita sangat terbantu melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal, vendor lokal, termasuk petani dan nelayan. Namun satu kuncinya, kita harus memastikan ketersediaan bahan baku. Jangan sampai stok kosong. Ini tugas kita bersama, baik pemerintah daerah, Forkopimda, maupun Satgas TPID Kabupaten Bangka Selatan untuk menyiapkan dan memastikan stok bahan baku kita aman,” tegas Debby.
Ia juga menekankan bahwa seluruh SPPG di Bangka Selatan ke depan harus mampu beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pasokan dari luar daerah. Ketersediaan bahan baku lokal, lanjutnya, merupakan kunci keberlanjutan program MBG.
“Pemerintah bertanggung jawab memastikan semua berjalan aman. Jangan sampai nanti ketika semua SPPG beroperasi, stok bahan baku justru kesulitan atau habis. Saya tidak ingin mendengar ada yang mengambil pasokan dari luar. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wabup Debby berharap pelaksanaan Program MBG di Bangka Selatan dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta didik. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan keberlangsungan program ini.
“Terima kasih sekali lagi. Mari kita berdoa semoga kegiatan MBG di Bangka Selatan ini terus berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak sekolah,” pungkasnya.




